Bule vs. Lokal


Orang-orang Barat atau istilah umumnya “Bule” adalah orang-orang yang berasal dari luar Indonesia. Dalam kamusku, istilah ini artinya orang-orang yang berasal dari Amerika, Eropa atau Australia. Akhir-akhir ini televisi nasional sedang dipenuhi wajah-wajah bule and Indo (campuran bule n lokal). Huph, agak sebel juga sih, mengingat yang menayangkan adalah stasiun televisi nasional. Bukannya tampang lokal yang diutamakan, justru tampang-tampang “bukan-asli-Indonesia” yang terus menghiasi layar kaca. Nggak usah disebut lagi deh berapa program yang melibatkan bule di dalamnya. Walaupun aku suka sama bule, tapi bukan berarti aku setuju kalo televisi isinya bule semua. Ini seperti sebuah penjajahan jenis baru, yaitu doktrinasi ras. Hoho tinggi banget sih istilahnya. Oke. Analisisnya begini, dengan munculnya tampang-tampang bule yang sebagian besarnya “sempurna” secara fisik, maka otomatis penontonnya akan ter-doktrinasi bahwa orang-orang cantik atau cakep itu tampangnya kayak bule-bule itu. Akibatnya, penonton terutama anak-anak dan remaja akan mengalami krisis kepercayaan diri, kemudian mencoba berpenampilan seperti bule-bule itu. Lihat aja sekarang, jangankan di televisi, di kehidupan sekitar pun banyak terdapat “bule” ala Indonesia. Rambut di cat merah atau bahkan blonde, hidung dioperasi biar mancung (walau operasi dilakukan oleh oknum nggak jelas), kulit diputihin pake obat-obatan nggak jelas, pakaian kurang bahan dan banyak lagi yang nggak bisa disebutin. Yang laku menjadi artis atau pemain sinetron justru yang bertampang bule, bahkan sudah beberapa pemenang puteri Indonesia yang keturunan bule. Aduh, aduh,, itu kan bukan puteri Indonesia lagi, tapi puteri Indo. Lha terus kalo semuanya bule, orang-orang asli ngapain? Duduk manis jadi penonton aja?? (~.~)
Sebelumnya maaf untuk pihak-pihak yang merasa disinggung, tapi aku hanya mencoba menganalisis fenomena yang terjadi di negeriku akhir-akhir ini. And for your information, aku juga mengubah warna rambutku. Jadi tulisan ini sama sekali nggak berusaha untuk memojokkan pihak tertentu ;)
Langsung ke poin utamanya ya. Ini tentang kelebihan orang Indonesia di mata orang bule, juga sebaliknya. Aku berharap para pembaca bisa mengambil pelajaran dari apa yang aku tulis ini..
Well, jadi orang Indonesia yang memiliki fisik “sedang-sedang saja” memang membuat beberapa orang merasa “kurang-kurang saja”. Kita nggak pernah minta dilahirkan sebagai warga negara Indonesia, tapi juga jangan menyesal dengan keadaan ini, karena tahukah kalian bahwa kita sangat beruntung? Aku yang gemar berkomunikasi dengan orang-orang bule melalui internet maupun dunia nyata menemukan fakta bahwa sebagian besar orang-orang bule mengenal orang-orang Indonesia sebagai sosok yang baik dan ramah. Itu alasan mereka ingin ke Indonesia. Pengamatan ini aku aku lakukan sebagian besar pada pria, berhubung kebanyakan yang berkomunikasi denganku adalah pria. Hehe. Selain keramahan, orang bule juga suka dengan warna kulit orang Indonesia. Coba lihat aja warna kulit orang bule, putih dan bercak-bercak. Nggak heran kenapa mereka mau ke Indonesia, pengen merubah warna kulit biar agak coklat. Jadi kenapa kita harus repot-repot ke dokter A, B, C, beli krim ini, itu, untuk mendapatkan warna kulit seperti bule?? Kalau pun ingin putih, sebaiknya gunakan cara-cara wajar, seperti konsumsi makanan yang baik atau dengan cara super hemat, yaitu bersemedi di rumah pada siang hari. Hehe.
Aku sendiri berkulit sawo matang dan sedang berusaha memutihkan kulit, tapi dengan cara nggak keluar di siang hari. Kalo bener-bener harus keluar rumah, gunakan sarung tangan and kaos kaki, tentunya dengan baju lengan panjang dan celana panjang. Walaupun aneh, cuek aja, lagian ketemu orang di jalan cuma beberapa menit. Emang lucu sih, di Indonesia orang pake jaket, sarung tangan, and kaos kaki bukan karena dingin kayak di Eropa, tapi karena puanaasss! :p
Kemudian wanita Indonesia juga dikenal sebagai orang yang kalem, nggak kayak beberapa wanita bule yang kelakuannya kayak kucing garong. Hehe. Pokoknya wanita Indonesia nggak macem-macem, sehingga menjadi pilihan untuk dinikahi oleh para bule. Kebudayaan dan tradisi Indonesia yang unik pun menjadi daya tarik mereka. Contohnya kebiasaan gotong royong dan kerja bakti di Indonesia yang jarang ditemukan di luar negeri.
Tapi hal positif dari bule yang bisa kurasakan adalah dari cara mereka memperlakukan orang, berbeda banget sama orang Indonesia. Mereka umumnya lebih menghargai dan menghormati manusia. Binatang aja diperlakukan kayak manusia. Hihi. Pada dasarnya, mereka berusaha menghargai sesuatu. Misalnya, ketika mereka tidak suka dengan sesuatu, tetap diiringi dengan compliment. Seperti yang dilakukan dosenku dari luar negeri ketika memberikan nilai. Beliau juga berusaha mengenal setiap mahasiswanya dengan mengadakan konsultasi secara personal. Hal ini sangat kontras dengan dosenku yang berasal dari dalam negeri. Mereka hanya mau mengenal orang-orang yang aktif, tanpa berusaha mengenali yang kurang dikenal. Tahu wajah aja nggak, apalagi nama. Padahal udah lebih dari 1 semester mengajar! Ckck.
Hal positif lainnya adalah sifat romantisnya yang membuat kita merasa sebagai orang paling beruntung di dunia! Mereka nggak ragu-ragu untuk bilang suka dengan seseorang, nggak kayak orang Indonesia yang kebanyakan basa-basi haha hehe. Pria bule tau bagaimana memperlakukan wanita, rela melakukan apapun untuk wanita yang dicintainya. Mereka nggak pamrih, mau aja nraktir walaupun kita nggak minta. Mereka juga nggak segan-segan buat ngajak pasangannya untuk dinner. Terus, bule itu kalo udah serius, bisa bener-bener serius, nggak tanggung-tanggung langsung ngajak nikah. Pokoknya sekali mereka merasa menemukan wanita yang dia sebut “the one” maka dia akan bener-bener setia. Ohya, pria bule juga nggak ribet, mereka independent, termasuk dalam hal rumah tangga. Ada beberapa negara dimana pria juga harus bisa masak, sehingga urusan rumah tangga bener-bener nggak dibebani pada si wanita. Wanita bebas memilih untuk menjadi wanita karir atau hanya ibu rumah tangga. Satu lagi, fisik orang bule yang memang harus diakui memiliki nilai plus bagi orang Indonesia. Alasannya klasik, supaya bisa memperbaiki keturunan. LOL. Aku sendiri setuju, tapi tentunya itu bukan alasan utamaku untuk memilih dekat dengan pria bule. Fisik orang Indonesia juga nggak jelek. Bagiku, yang membedakan hanya dari bagaimana mereka memperlakukanku. Memang sih, nggak semua orang bule itu lebih baik dari orang Indonesia, tapi disitulah tantangannya. Mencari bule yang baik itu jauh lebih susah daripada mencari pria Indonesia yang baik. Tapi melihat pengalaman-pengalaman kurang enak lebih banyak kualami dengan pria Indonesia, maka aku pun memilih untuk mencoba tantangan itu.
However, intinya setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan. Jangan hanya karena fisik kita jadi minder. Jadilah diri sendiri! Karena sesungguhnya kekurangan itu membuat kita berbeda, dan menjadi berbeda itu menyenangkan! So, bule vs. lokal = seri :)

17 comments:

  1. Guntur Galih Atmaji said...

    menarik, aku setuju :)

  2. dennis said...

    yah namanya hidup ya membingungkan....

    chai you buat artis bule indonesia yang membawa nama Indonesia sampai keluar negeri (gara-gara wajah artis bule indonesia, iklan dan sinetron indonesia laku dijual di luar negeri hehehe kalau ga percaya liat ja tv malaysia, brunei, singopore dan Hongkong)

  3. Guntur Galih Atmaji said...

    iya si, hm

    padahal indahnya kalo orang indonesia jadi diri sendiri gaperlu meniru bule'' gt, sekalian menjaga ciri khas dan budaya Indonesia
    jadi apa adanya orang asia lebih baik itu juga identitas kita .

    bener, namanya juga hidup :)

  4. dechabee said...

    aku setuju sama Guntur Galih Atmaji ;)

  5. hem..... aq setuju aq juga deket sma banyak cwok bule melalui internet / nyata , mungkin banyak orng indonesia yg kurang informasi menilai mereka perfect gk ada kurangnya , tp pada nytax tidak mereka juga sma , dan bahkan banyak dr mreka yg bersifat buruk lebih buruk dari orng indonesia jd q setuju LOKAL VS BULE = SERI

  6. Sya said...

    Sebenernya sifat orang memang ngga ditentukan oleh warna kulit/kebangsaan. Bener kok,ada juga cowo bule yg sifatnya ngga baik bahkan aku juga pernah punya pengalaman jelek sm mereka *curhat hihi. Tapi kalo udh ktmu 'the one' wah, you are definately gonna think that he's irreplaceable :) aku udh ngalamin sendiri sm cowokku skrg :D cowo bule memang incredibly romantic ^^

    Best of luck buat seluruh cewe indo, semoga dapet pasangan yg terbaik, either bule or indonesian guy :)

  7. Anonymous said...

    emangnya beneran ya kalo bule udah ngajak nikah itu berarti bener2 serius?
    aku jg skrg lg sm bule amrik, ketemu di online dating, br bbrpa hari ngobrol, eh dia ngajak nikah, udah gitu pake nanya2in sgala lg, mau honeymoon nya kemana. Cuma aku msh ragu dia serius apa gak, soalnya dia bilang pengen nikahnya cepet banget.Aku juga emang dah terlanjur suka sih sama dia.
    jd emang bner ya kalo dia dah ngajak nikah brarti bner2 serius?

  8. dechabee said...

    @Anonymous:
    belum tentu juga. Aku pernah tanya sama salah seorang teman yang bersuamikan bule. Katanya salah 1 tanda si bule serius itu ketika dia mulai mengenalkan keluarganya kepadamu :)

  9. Anonymous said...

    Wah kamu sawo mateng pengin -> putih. Kalo aku sawo mateng pengen -> sawo basi
    :)

  10. binaholic !! said...

    eh suka banget sama tulisannya.. serasa menemukan yang sepikiran hehe XD

  11. Kalingga said...

    Bule atau lokal sama aja tergantung kualitas individu, bule yang goblog juga ada, yg gaptek pun ada, bahkan yang rasis melebihi orang asia juga ada sekarang era globalisasi kualitas individu yang menentukan.

  12. Anonymous said...

    @ 7. Anonymous selamat ya, tapi musti waspada siapa tau scammer, ciri2nya kalo dia minta no rekening kamu untuk kirim kamu uang, udah deh itu pasti ngibul, baru kenal langsung bilang cinta, panggil baby, honey, itu ciri2 scammer

    kalo bukan scammer dan dia menawarkan mau kirim uang, coba minta kirim lewat western union, kalo dia mau berarti bisa dipercaya, kalo ngeles udah deh bye bye hehe

    ini pengalaman ane hehe

    Alhamdulillah ane nemu bule yang cocok sekarang.

    good luck

  13. Anonymous said...

    Quote: "Mencari bule yang baik itu jauh lebih susah daripada mencari pria Indonesia yang baik. Tapi melihat pengalaman-pengalaman kurang enak lebih banyak kualami dengan pria Indonesia, maka aku pun memilih untuk mencoba tantangan itu."

    Tsk.. cewek dimana-mana sama aja. Bikin logika, pake mental standard ganda. Haha.

    Ya terang aja "lebih banyak pengalaman buruk dengan pria Indonesia" lha wong idup di Indonesia. Plus, kok kesannya udah ratusan kali pacaran begitu? LOL.

    Coba aja tingggal di states, aussie, atau europe.. pasti bilangnya "cowok bule" kok rata-rata brengsek, pemales, looser, etc-etc.? Same shits said by white women as well.

    But, let me guess: on-line dating stuff. LOL.

    Yah, kalo kualitas nalar cewek-cewek yang kecantol bule rata-rata mentok di romantisme internet, fantasi industri pornografi & hollywood sih.. hehe. Syukurlah.

    Means, more "good women" for us (Pria-Pria Indonesia), then..

  14. Anonymous said...

    Hai Darling, menarik sekali baca tulisan nya..

    Fenomena internet dating memang lagi marak sih.. tapi saranku sih say hati-hati ya.. Sebelum benar-benar ketemu batang hidung nya, lebih baik jangan menaruh harapan terlalu tinggi..

    Aku dulu thoh pernah punya pengalaman inet dating 2 tahun, ngomong nya jg udah serius lhoh,udah lamar ajak nikah. Ternyata di belakang2 baru ketahuan kalo tnyt dia udah maried dan punya 2 anak.. Hehehe.. (skrg ak udh bs ketawa2 ya). Makanya say aku cm ingetin aja, jangan taruh harapan tll tinggi klo blm ketemu.

    Kedua, tentang bule vs lokal, klo emang orang nya brengsek ya brengsek aja, ngga bule ngga lokal.. kebetulan aku sekarang lagi di Belanda dan punya pacar cowok sini. Kita ketemu secara nyata bukan dari internet. Lebih menarik, karena aku bisa lihat dan rasa in sendiri, siapa dia, gmn karakter dan kebiasaan sehari2 nya, kalo marah gmn, dsb. Intinya, berusaha saling beradaptasi dgn kenyataan dan kehidupan sehari-hari kami. Itulah inti dari pacaran, bukan?

    Ada kelebihan dan kekurangan nya sndr sih.. Romantis, jangan ditanya. Ngga malu2 untuk bawa bunga, kasi cokelat, bahkan sampe rela masak dinner buat kita.. tapi intinya, mereka ngga malu2 untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui tindakan-tindakan..

    Nah kl kurang nya jg ada.. Mereka Direct klo ngomong. Jadi jgn suka pundungan ato ngambek an yah.. Alias jangan mudah tersinggung/ sensitif.. Bisa berantakan ntar..

    Ky ny udh kepanjangan ya..
    Okay, good luck for you dear :)

  15. Senang sekali baca artikel kamu, ternyata masih banyak orang indonesia yg sadar akan hal ini.menurut saya kemunculan artis bule itu semacam propaganda klw kamu perhatikan iklan dr produk unil*ver,p en g dan produk kosmetik dr barat kebanyakan menampilkan model yg mixed race (asia-eropa).

  16. Hmm.. Setuju sih. Tapi aku juga blasteran. Tapi beruntung lebih banyak ngambil indonesianya jadi ga ribet '-'
    Bedanya cuma rambut lebih coklat tua, alis coklat, kulit putih agak kuning tapi sekarang udah lebih item gara gara olahraga dulu sempet ada sesuatu gitu di kulit (?) Tapi udah ilang, terus badan lebih tinggi dari temen temen. Tapi aku ga terlalu bangga ke bulenya sih. Bangga ke indonesianya

  17. Artikel kamu menarik juga. Aku juga punya cowok bule amrik.kita bahkan udah barengan lebih dari setahun malah, meskipun awalnya cuma kenalan lewat situs dating online.tapi kita sering ngobrol lewat skype. Aku pikir dia serius sama aku, cz dah beberapa kali dia bersedia ngirimin uang lewat western union.dan memang udah ada rencana untuk ke tahap hubungan yang lebih serius.tapi dikarenakan aku hrs nyelesein kuliahku disini,kita harus sabar menunggu sampe kuliahku kelar.dan rencanax aku bakalan pindah kesana dan kerja disana.doain semoga lancar-lancar aja..

Post a Comment

 
Twitter Bird Gadget