Saturday, April 23, 2011

Bule vs. Lokal


Orang-orang Barat atau istilah umumnya “Bule” adalah orang-orang yang berasal dari luar Indonesia. Dalam kamusku, istilah ini artinya orang-orang yang berasal dari Amerika, Eropa atau Australia. Akhir-akhir ini televisi nasional sedang dipenuhi wajah-wajah bule and Indo (campuran bule n lokal). Huph, agak sebel juga sih, mengingat yang menayangkan adalah stasiun televisi nasional. Bukannya tampang lokal yang diutamakan, justru tampang-tampang “bukan-asli-Indonesia” yang terus menghiasi layar kaca. Nggak usah disebut lagi deh berapa program yang melibatkan bule di dalamnya. Walaupun aku suka sama bule, tapi bukan berarti aku setuju kalo televisi isinya bule semua. Ini seperti sebuah penjajahan jenis baru, yaitu doktrinasi ras. Hoho tinggi banget sih istilahnya. Oke. Analisisnya begini, dengan munculnya tampang-tampang bule yang sebagian besarnya “sempurna” secara fisik, maka otomatis penontonnya akan ter-doktrinasi bahwa orang-orang cantik atau cakep itu tampangnya kayak bule-bule itu. Akibatnya, penonton terutama anak-anak dan remaja akan mengalami krisis kepercayaan diri, kemudian mencoba berpenampilan seperti bule-bule itu. Lihat aja sekarang, jangankan di televisi, di kehidupan sekitar pun banyak terdapat “bule” ala Indonesia. Rambut di cat merah atau bahkan blonde, hidung dioperasi biar mancung (walau operasi dilakukan oleh oknum nggak jelas), kulit diputihin pake obat-obatan nggak jelas, pakaian kurang bahan dan banyak lagi yang nggak bisa disebutin. Yang laku menjadi artis atau pemain sinetron justru yang bertampang bule, bahkan sudah beberapa pemenang puteri Indonesia yang keturunan bule. Aduh, aduh,, itu kan bukan puteri Indonesia lagi, tapi puteri Indo. Lha terus kalo semuanya bule, orang-orang asli ngapain? Duduk manis jadi penonton aja?? (~.~)
Sebelumnya maaf untuk pihak-pihak yang merasa disinggung, tapi aku hanya mencoba menganalisis fenomena yang terjadi di negeriku akhir-akhir ini. And for your information, aku juga mengubah warna rambutku. Jadi tulisan ini sama sekali nggak berusaha untuk memojokkan pihak tertentu ;)
Langsung ke poin utamanya ya. Ini tentang kelebihan orang Indonesia di mata orang bule, juga sebaliknya. Aku berharap para pembaca bisa mengambil pelajaran dari apa yang aku tulis ini..
Well, jadi orang Indonesia yang memiliki fisik “sedang-sedang saja” memang membuat beberapa orang merasa “kurang-kurang saja”. Kita nggak pernah minta dilahirkan sebagai warga negara Indonesia, tapi juga jangan menyesal dengan keadaan ini, karena tahukah kalian bahwa kita sangat beruntung? Aku yang gemar berkomunikasi dengan orang-orang bule melalui internet maupun dunia nyata menemukan fakta bahwa sebagian besar orang-orang bule mengenal orang-orang Indonesia sebagai sosok yang baik dan ramah. Itu alasan mereka ingin ke Indonesia. Pengamatan ini aku aku lakukan sebagian besar pada pria, berhubung kebanyakan yang berkomunikasi denganku adalah pria. Hehe. Selain keramahan, orang bule juga suka dengan warna kulit orang Indonesia. Coba lihat aja warna kulit orang bule, putih dan bercak-bercak. Nggak heran kenapa mereka mau ke Indonesia, pengen merubah warna kulit biar agak coklat. Jadi kenapa kita harus repot-repot ke dokter A, B, C, beli krim ini, itu, untuk mendapatkan warna kulit seperti bule?? Kalau pun ingin putih, sebaiknya gunakan cara-cara wajar, seperti konsumsi makanan yang baik atau dengan cara super hemat, yaitu bersemedi di rumah pada siang hari. Hehe.
Aku sendiri berkulit sawo matang dan sedang berusaha memutihkan kulit, tapi dengan cara nggak keluar di siang hari. Kalo bener-bener harus keluar rumah, gunakan sarung tangan and kaos kaki, tentunya dengan baju lengan panjang dan celana panjang. Walaupun aneh, cuek aja, lagian ketemu orang di jalan cuma beberapa menit. Emang lucu sih, di Indonesia orang pake jaket, sarung tangan, and kaos kaki bukan karena dingin kayak di Eropa, tapi karena puanaasss! :p
Kemudian wanita Indonesia juga dikenal sebagai orang yang kalem, nggak kayak beberapa wanita bule yang kelakuannya kayak kucing garong. Hehe. Pokoknya wanita Indonesia nggak macem-macem, sehingga menjadi pilihan untuk dinikahi oleh para bule. Kebudayaan dan tradisi Indonesia yang unik pun menjadi daya tarik mereka. Contohnya kebiasaan gotong royong dan kerja bakti di Indonesia yang jarang ditemukan di luar negeri.
Tapi hal positif dari bule yang bisa kurasakan adalah dari cara mereka memperlakukan orang, berbeda banget sama orang Indonesia. Mereka umumnya lebih menghargai dan menghormati manusia. Binatang aja diperlakukan kayak manusia. Hihi. Pada dasarnya, mereka berusaha menghargai sesuatu. Misalnya, ketika mereka tidak suka dengan sesuatu, tetap diiringi dengan compliment. Seperti yang dilakukan dosenku dari luar negeri ketika memberikan nilai. Beliau juga berusaha mengenal setiap mahasiswanya dengan mengadakan konsultasi secara personal. Hal ini sangat kontras dengan dosenku yang berasal dari dalam negeri. Mereka hanya mau mengenal orang-orang yang aktif, tanpa berusaha mengenali yang kurang dikenal. Tahu wajah aja nggak, apalagi nama. Padahal udah lebih dari 1 semester mengajar! Ckck.
Hal positif lainnya adalah sifat romantisnya yang membuat kita merasa sebagai orang paling beruntung di dunia! Mereka nggak ragu-ragu untuk bilang suka dengan seseorang, nggak kayak orang Indonesia yang kebanyakan basa-basi haha hehe. Pria bule tau bagaimana memperlakukan wanita, rela melakukan apapun untuk wanita yang dicintainya. Mereka nggak pamrih, mau aja nraktir walaupun kita nggak minta. Mereka juga nggak segan-segan buat ngajak pasangannya untuk dinner. Terus, bule itu kalo udah serius, bisa bener-bener serius, nggak tanggung-tanggung langsung ngajak nikah. Pokoknya sekali mereka merasa menemukan wanita yang dia sebut “the one” maka dia akan bener-bener setia. Ohya, pria bule juga nggak ribet, mereka independent, termasuk dalam hal rumah tangga. Ada beberapa negara dimana pria juga harus bisa masak, sehingga urusan rumah tangga bener-bener nggak dibebani pada si wanita. Wanita bebas memilih untuk menjadi wanita karir atau hanya ibu rumah tangga. Satu lagi, fisik orang bule yang memang harus diakui memiliki nilai plus bagi orang Indonesia. Alasannya klasik, supaya bisa memperbaiki keturunan. LOL. Aku sendiri setuju, tapi tentunya itu bukan alasan utamaku untuk memilih dekat dengan pria bule. Fisik orang Indonesia juga nggak jelek. Bagiku, yang membedakan hanya dari bagaimana mereka memperlakukanku. Memang sih, nggak semua orang bule itu lebih baik dari orang Indonesia, tapi disitulah tantangannya. Mencari bule yang baik itu jauh lebih susah daripada mencari pria Indonesia yang baik. Tapi melihat pengalaman-pengalaman kurang enak lebih banyak kualami dengan pria Indonesia, maka aku pun memilih untuk mencoba tantangan itu.
However, intinya setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan. Jangan hanya karena fisik kita jadi minder. Jadilah diri sendiri! Karena sesungguhnya kekurangan itu membuat kita berbeda, dan menjadi berbeda itu menyenangkan! So, bule vs. lokal = seri :)