Showing posts with label decha. Show all posts
Showing posts with label decha. Show all posts

Saturday, January 7, 2017

Indonesia and Traveling




Belum juga seminggu di Indonesia udah pengen balik lagi ke Spanyol. Entah ada sihir apa sampe jatuh cinta sama negeri matador itu. Mungkinkah ini sihir cinta? Hoho
Anyway, talking about jalan-jalan. Ada satu kebiasaan orang Indonesia yang menurutku nggak perlu dilestarikan, yaitu minta oleh-oleh. Heran ya, jaman sekarang masih aja pada suka minta oleh-oleh. Walaupun becanda, tapi terkadang agak bikin stress juga. Apalagi aku tipe orang yang nggak tegaan, rasanya pengen nyenengin semua orang. Tapi apa daya, aku jalan-jalan juga sebagian pake duit sendiri dan sebagiannya lagi pake duit orang alias ngutang (a.k.a kartu kredit). Wkwk
Sebenernya nggak masalah kalo minta kenang-kenangan dari tempat yang aku kunjungi, tapi alangkah baiknya kalo bahasanya itu “nitip” jadi kirimin uang dulu baru terima barangnya. Kan jadi sama-sama enak. Aku nggak perlu puasa, dan yang nitip nggak perlu bayar ongkir buat dapetin barang yang diinginkan. Tapi kalo nitip ya juga kira-kira, jangan sampe harus berurusan sama Customs karena bawa belanjaan terlalu banyak. Ntar kena denda juga. Kasian yang bawa kan.
Perlu diketahui, orang yang hobi traveling belum tentu berduit banyak. Terkadang mereka harus sangat berhemat sampe puasa demi bisa traveling ke tempat impiannya. Udah gitu disana juga extra perhitungan kalo mau ngeluarin duit, takut nggak bisa pulang. Wkwk. Bukan pelit lho. Perlu dibedakan mana yang pelit, mana yang irit.
Aku yakin budaya Indonesian travellers tetep sama, pasti bakal beli oleh-oleh, entah untuk orang tua, saudara, atau sahabat. Mungkin traveller dari seluruh dunia juga gitu. Karena membahagiakan orang tentu juga bisa bikin kita bahagia, tapi ya saling mengerti aja.
Nowadays seneng deh liat makin banyak Indonesian travellers bertebaran di seluruh dunia,

Wednesday, January 4, 2017

From Spain With Love



Hola!

Happy New Year all!
Thank you so much for all your positive support and kind words left in my simple blog. Tanggal 2 Januari 2017 kemarin aku baru balik dari Spanyol untuk perjalanan ke-dua kalinya. Seneng banget akhirnya bisa berkunjung lagi ke negeri impianku. Sebelum pusing sama tumpukan kerjaan besok (ciee...ciee...), aku pengen berbagi kisah perjalananku yang bikin nggak pengen pulang ke Indonesia.
Setelah berhasil dapetin visa, tanggal 20 Desember 2016 aku memulai perjalananku dari Lombok – Surabaya – Singapore – Milan – Barcelona. Phew...lumayan banyak transit dan melelahkan. Tiba di Barcelona tanggal 21 Desember 2016 dan masih dalam keadaan jetlag, aku menyempatkan diri untuk jalan-jalan seputaran kota, ceritanya nostalgia kenangan di tahun 2014. Semuanya masih sama dan menyejukkan hati. Berhubung saat itu sedang mendekati perayaan natal, pernak pernik seputaran natal pun bertebaran di kota cantik ini.


Dalam perjalanan saat ini aku nggak banyak eksplor Barcelona karena ngirit budget and orang yang diharapkan untuk jalan bareng ternyata udah punya pacar (patah hati dong). Tapi buat yang penasaran sama Barcelona, bisa jump in to my last trip in 2014.


MONTSERRAT
Biar nggak wasting time, di perjalanan kali ini aku memutuskan untuk meng-ekspor sisi luar Barcelona, yaitu Montserrat. Montserrat adalah sejenis pegunungan batu dan merupakan tempat suci yang juga dijadikan National Park pertama di Spanyol. Aku baca-baca, tempat ini kudu dikunjungi at least once in a lifetime. Eh bener aja, this place is magical!

Tuesday, November 29, 2016

Another Dream is Coming True






“A dream doesn't become reality through magic; it takes sweat, determination and hard work.” -- Colin Powell

Wah...it’s been a while ya. Tampaknya banyak hal terlewatkan untuk dibagikan karena waktu luangku yang semakin berkurang (ciee...sok sibuk ceritanya)
Long story short, setelah kurang lebih 2 tahun berusaha kembali ke negeri impian, akhirnya tahun ini (insha Allah) dapet kesempatan lagi mengunjungi negeri matador.
Dalam postingan kali ini aku ingin berbagi kisah ke-2 ku saat apply Visa Schengen di Kedubes Spanyol. Walaupun kali ini hanya diberi kesempatan menginjakkan kaki di wilayah Schengen selama 30 hari, tapi proses pengajuan visa kali ini nggak jauh beda dari 2 tahun lalu. Rasa sedih, kesel, capeknya tetep ada juga.
So, let’s begin...

Begitu tau kalo sekitar bulan September 2015 VFS Spanyol bakal punya cabang di Bali, aku mulai cari info soal lokasi dan pengalaman fellow travellers yang pernah apply disana. Aku pun mulai bikin rencana perjalanan dan keuangan sejak awal tahun 2016. Setelah yakin bakal balik ke Spanyol tahun ini, my first challange was to seek my boss’ approval for taking annual leave. On October 20 approval was granted (Yaayy!) Setelah itu, langsung ngontak temenku yang di Barcelona untuk bikinin surat undangan karena aku bakal stay di rumahnya. Alhamdulillah dia helpful banget. Yang essential udah beres, tinggal printil-printilnya. Enaknya tahun ini persyaratan untuk Visa Turis agak lebih ringan karena Travel Insurance nggak harus ditambah 15 hari dari hari stay kayak saat aku apply di tahun 2014 (flashback kisahku saat apply Visa Schengen untuk pertama kali disini). Plus, this time no interview was done :)

Untuk tahun 2016, persyaratan dokumen yang diminta kedubes Spanyol untuk pengajuan Visa Turis adalah:

Monday, January 5, 2015

First Trip to Europe (part 3)



Halo bloggers, travellers, or wannabes... Selamat tahun baru 2015! Udah setahun nggak ngelanjutin topik ini sejak melakukan perjalanan perdanaku ke luar negeri. Hihi...Buat yang belum ngikutin dari awal, boleh baca posting-an bagian pertama dan kedua ya :D

Menginjakkan kaki di benua Eropa emang selalu jadi impianku. Nggak nyangka sebulan yang lalu masih berada di sana. Setelah seminggu lebih menikmati indahnya kota Barcelona, sekarang kita flash back sedikit kenangan awal menginjakkan kaki di Eropa. Sebelum ke Spanyol, negara pertama yang aku kunjungi adalah Italia. Nggak tau kenapa 6 jam perjalanan dari Dubai menuju Fiumicino terasa lebih nikmat daripada perjalanan sebelumnya, dari Jakarta menuju Dubai. Setibanya di bandara Leonardo da Vinci aku langsung menuju toilet. Begitu masuk langsung terpukau dengan kebersihan dan canggihnya toilet disini. Keran, sabun, dan pengeringnya jadi satu dan nggak keliatan. 

Setelah ngantri cukup lama di toilet, aku masih harus ngantri lagi di bagian imigrasi yang super puanjaaaaangggg....Pas ngantri sempat disamperin bapak-bapak orang Indonesia yang tercengang begitu tau aku berangkat sendiri dari Indonesia. Katanya wajahku mellow tapi nekat juga. Hahah. So, I guess this is the time to say: “Don’t judge a book by its cover” ;)
Well, cerita lengkap saat tiba di Italia udah aku ceritain di part 1, jadi kita lanjutkan ke bagian setelah ketemu si penjemput ya..

Thursday, November 13, 2014

First Trip to Europe (part 2)

Sesampainya di Italia, aku nginep 2 malem di rumah temenku dan keluarganya. Eh tapi kisah selama di Italia aku ceritain di part ke 3 aja ya. Sekarang kita fokus di Barcelona dulu. Tanggal 19 Oktober 2014 pukul 09.30 waktu setempat merupakan pertama kalinya aku menginjakkan kaki di kota impianku ini. Setibanya di bandara El Prat, aku sempat kebingungan nyari transportasi buat ke pusat kota. Sebelum berangkat udah browsing dan ketemu namanya Aerobus, tapi begitu keluar bandara aku nggak ketemu haltenya. Mau nanya juga nggak jelas nanya ke siapa. Akhirnya liat segerombolan pelancong dan ternyata disitulah halte bis murah itu. Tapi bingung lagi dimana beli tiket. Begitu liat orang-orang pake mesin tiket, aku nekat nyobain. Tiket sudah hampir dapet, tapi bermasalah di pembayaran, soalnya mesin ini cuma nerima kartu kredit dan aku lupa nomor pin kartu kreditku. Akhirnya stuck lah beberapa menit, sementara banyak yang pada ngantri di belakang. Kemudian seorang petugas wanita menghampiri dan menawarkan bantuan. Begitu tau masalahku, dia kemudian memberitahu bahwa tiket juga bisa dibeli dengan uang cash melalui petugas. Dengan harga 5,90 euro, bus ini akan membawa kita ke pusat kota, yaitu Placa  Catalunya. Yang pengen liat rute dan jadwal Aerobus silahkan klik disini. Bagitu sampai di pemberhentian terakhir bus ini, aku langsung nyari stasiun Metro “Passeig de Gracia” untuk menuju ke kediaman host family-ku. Metro merupakan alat transportasi umum berupa kereta cepat bawah tanah yang terkenal di Barcelona. Tiket tersedia dalam berbagai jenis, tapi yang paling umum dipakai yaitu Single Ticket, T10, dan T50/30. Single ticket tentunya hanya bisa dipakai untuk satu kali perjalanan. Harganya 2,15 euro untuk tahun 2014. Tiket T10 bisa dipakai untuk 10 kali perjalanan dengan harga 10,30 euro. Sementara tiket T50/30 bisa dipakai untuk 50 kali perjalanan tapi hanya berlaku selama 30 hari. Harganya 42,50 euro.
Setelah membeli tiket, kita bisa langsung melewati pintu masuk otomatis dengan memasukkan tiket ke tempat yang telah disediakan. Ohya, untuk memasuki stasiun metro kita menggunakan tangga. Eskalator ada tapi di sebagian besar stasiun, eskalator ini hanya tersedia untuk naik, bukan turun. Jadi kalo kamu bawa koper, lebih baik gunakan lift. Pertama kali menggunakan metro, aku nggak tau kalo ada lift-nya, jadi bisa dibayangin dong capeknya gotong koper gede naik turun tangga (T.T)

Sunday, November 9, 2014

First Trip to Europe (part 1)



Jalan mencapai impian memang bener-bener nggak mudah. Aku pikir puncak masalah adalah saat ngajuin visa, tapi ternyata nggak. Satu demi satu masalah dateng di saat-saat keberangkatan. Mulai dari saat aku kehilangan sahabatku hingga permasalahan cuti dari tempatku bekerja. Baru seminggu setelah dapetin visa, aku kehilangan sahabat baikku untuk selama-lamanya. Dua minggu kemudian aku dapet kendala saat mengajukan cuti di tempatku bekerja sampai aku hampir memutuskan untuk resign. Lebih baik aku kehilangan pekerjaan daripada batal berangkat, pikirku saat itu. Setelah berdiskusi dengan bosku, aku tau letak masalahnya, dan ujung-ujungnya dapet ijin juga. Yeaahh!!

Tanggal 16 Oktober aku memulai perjalananku dari Lombok menuju Jakarta. Pesawatnya sempat delay dan pengambilan bagasi lama banget padahal udah harus ke Terminal 2 untuk check in penerbangan internasional. Untungnya saat itu bapakku lagi ada di Jakarta dan sengaja ketemu di bandara sebelum balik ke Lombok, jadi ada yang bantuin bawa koperku. Sempat sedih juga belum banyak ngobrol sm bapak udah harus masuk ruang check in. Singkat cerita, akhirnya aku cek in lah di counter Emirates. Selesai check in diminta ke bagian imigrasi untuk dapetin stempel sebelum keluar Indonesia. Nggak ribet sih, tinggal ngantri di barisan “Indonesia” trus dapet deh.

Monday, September 8, 2014

Visa oh Visa...The Schengen Countries!



“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” -- Paulo Coelho, The Alchemist.

Nggak tau kenapa, aku percaya banget dengan kata-kata itu. Aku juga selalu percaya bahwa mimpi akan menjadi kenyataan. Semua hanya masalah waktu. Dan itu terbukti di tahun ini. Dimulai dari terkumpulnya album artis Meksiko idolaku sejak SMP, Belinda, sampai yang terakhir aku berhasil dapetin visa Schengen untuk ke Italia dan Spanyol ^_^
Nah postingan kali ini kita fokus sama visa yang terkenal sulit di dapetin ini yaa..
Udah lama banget aku pengen ke luar negeri, merasakan hidup sendiri di negeri orang. Berbagai cara udah aku coba, mulai dari cari beasiswa hingga cari sponsor bule, tapi tampaknya belum berhasil juga. Berkali-kali ditolak saat tahap interview beasiswa bikin nyesek juga. Sempat nyerah buat cari beasiswa, tapi tahun ini aku beranikan diri nyoba lagi. Yang pertama udah gagal, yang satunya lagi masih proses. Cara lainnya yang aku coba adalah dengan mencari sponsor bule (dari mantan-mantan pacar) yang tampaknya pelit-pelit karena belum pada mapan. Hihi..daripada dianggap matre, mending aku cari cara lain untuk mewujudkan impianku ke luar negeri.
Pada suatu saat, bertemulah aku dengan seseorang yang saat ini dekat denganku. Dan tiba-tiba semangatku untuk ke luar negeri semakin menggebu-gebu sejak kita deket lagi, ditambah liat temen-temenku yang mulai wara-wiri di negara lain. Aku pun mulai nabung awal tahun ini. Sempat pesimis waktu tau tabunganku belum cukup kalo mau ke Eropa tahun ini. Tapi tiba-tiba bapakku menyatakan bersedia untuk membantuku. Nggak lama kemudian kakakku datang dengan ide yang lebih menarik, yaitu untuk membiayaiku kursus di luar negeri. Aw aw aw..aku berasa makin semangat untuk meraih impianku. Rasanya semakin dekat dengan impian, soalnya bagi cewek yang nggak banyak duit, nggak cantik, dan otaknya nggak se-jenius Einstein, pergi ke luar negeri sepertinya impossible. Tapi begitu rencanaku di-acc bapak dan kakakku, aku langsung searching info dari para bloggers yang udah pernah ke Eropa. Ceritanya macem-macem, dari yang backpacking, hingga ke Eropa untuk studi dan seminar. Tapi ada satu yang tiba-tiba membuatku galau, yaitu pembuatan VISA!

Sunday, January 1, 2012

Welcoming the Long-awaited Year, 2012..


Selamat tahun baru!
Tahun baru kali ini cukup berbeda. Walaupun (tetep) nggak ada perayaan khusus, tapi tahun baru kali ini menjadi awal yang manis bagi kehidupanku karena sekaligus merupakan perayaan 2nd monthsary bagiku dan seseorang yang sangat special. Awalnya aku pikir dia lupa, tapi ternyata nggak. Seneng tapi juga sedih karena kita masih belum bisa ketemu. Semoga tahun ini rencana kita untuk ketemu bisa kesampean. Aku bener-bener pengen mengenalnya lebih jauh dan Insya Allah kalo jodoh semuanya akan berjalan lancar :)
Ngomong-ngomong, flash back dikit ya tentang kehidupanku di 2011. Again, 2011 bukan tahun yang terbaik untukku, tapi cukup membuatku bahagia.

Saturday, October 15, 2011

Chinesse Actors who used to be Famous in Indonesia

I am getting older but memories from the past would never fade away..

Lucu juga kalo inget jaman dulu, masih cupu, jelek, innocent, tapi pinter. Jadi kalo dirangkum, aku yg dulu adalah seorang nerd. hihi nggak nyangka sekarang jadi seperti ini. Walaupun sifat kelaki-lakianku masih blm bisa ilang, tapi kata orang-orang sekarang aku makin feminim :p
Inget sifat tomboy-ku, aku jadi inget peristiwa paling gila yang pernah aku lakukan demi cintaku pada seorang artis. Artis ini bukan sembarang artis. Ini udah bapak-bapak banget, bahkan melebihi usia Mark Feehily. hoho..
Dia adalah Jimmy Lin! Aktor sekaligus Penyanyi asal Cina. Kayaknya dia satu-satunya artis, bahkan satu-satunya orang yang pernah membuatku potong rambut model cowok. Gara-gara pengen seperti dia (saking cintanya), aku sampe rela memangkas rambut panjangku jadi sependek ini:

Friday, October 14, 2011

My UGRAD (Global Undergraduate Exchange Program) Experience

Beasiswa oh beasiswa...
Kenapa sulit banget ya buat diraih? 
Bagi pembaca yang pernah ikut program beasiswa baik dalam atau luar negeri pasti tau rasanya. Mau dapetin sesuatu yang gratis itu emang nggak gampang dan pada prinsipnya TIDAK ADA YANG GRATIS DI DUNIA INI. Jadi kalau ada tawaran beasiswa bukan artinya ada dermawan yang mau ngasih kamu uang dengan cuma-cuma. Untuk mendapatkannya, kamu harus bisa memenuhi "kepentingan" pihak-pihak pemberi beasiswa tersebut. Aku memang baru 2 kali ikut program beasiswa yang semuanya gagal. Hehe. Tapi itu cukup memberiku pengalaman berharga, terutama saat tahun lalu aku ikut program "Global Undergraduate Exchange Program 2011-2012" yang diselenggarakan oleh AMINEF. Mungkin bagi kalian

Tuesday, June 7, 2011

I Want or I Wish? However, this is the answer :)


Hai hai pembaca yang baik hati! Makasih udah menyempatkan waktu untuk mampir ke blogku yang emang rada narsis. Hehe
Topik kali ini nggak jauh dari fenomena percintaan. Ihiirr...
Mumpung masih hot, pengen curhat sedikit nii. Moga tulisan kali ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan para pria yang ingin mengenalku lebih jauh (emangnya ada neng? Ahahah)
Ok. Lately some guys asking me about my lover’s criteria. Well I have posted about it last year. In that post, I described what kind of men can attract me. (Read: Mark Feehily,, My perfect guy!!) It was about physical things, though, and I wrote it in bahasa Indonesia, so today I will try to write in English in order to give universal understanding. Hehe

First thing I see from a man is his personal appearance. Both from his face and from the way he dress. It’s not difficult to predict what kind of guy he is just from the way he dress, because somehow your dress can reflect your personality.

Ok talking about physical thing, I want a man like Mark Feehily. He’s the most perfect guy I have ever seen. He got everything I wanted. He is tall and big. He has cute teeth, dimple, beautiful eyes and great voice. I love the way he dress, the way he smile, the way he walks, and the way he fool around. Regardless from the